Sabtu, 16 Februari 2013

Penyamaran Seorang Investor berbaju Broker

Tulisan ini saya dedikasikan untuk semua orang yang merindukan memiliki rumah sendiri. sebelum membacanya saya berharap anda berpikiran positif dan Praktek langsung. jangan lupa dibarengi dengan doa dan ikhtiar yang kuat dan lalu serahkan semuanya pada sang pencipta. ini ceritanya....

Setelah beberapa tahun seorang pekerja jasa penjual properti namanya pak Gito merindukan memiliki rumah sendiri karena saat ini masih tinggal bersama orang tuanya di yogyakarta, dengan keinginan yang sangat kuat dia belajar sana dan sini akhirnya memiliki strategi ingin membeli rumah tanpa uang karena dia sudah mempunyai alasan yang sangat kuat untuk memiliki rumah sendiri dan hidup mandiri. dengan menyamar sebagai broker properti akhirnya dia bisa bertemu dengan penjual rumah kebetulan rumahnya pinggir jalan raya, dia menawarkan jasa menjualkan rumah tersebut dengan komisi yang tidak umum, biasanya agen properti meminta uang komisi setelah penjualan terjadi yaitu 2,5%, tapi karena pak gito ingin membeli rumah tersebut akhirnya dia hanya meminta 2 % saja. harga rumah tersebut 500juta/nego.

Saat pemilik rumah sudah tanda tangan artinya pak gito sudah memiliki rumah tersebut sementara selama 3 bulan. akhirnya setelah dia mendapatkan surat perjanjian itu dia langsung mencoba mencari pembeli rumah tersebut, lebih tepatnya penyewa rumah. kenapa disewakan ?? karena dia mau memiliki rumah tersebut. dia pasang iklan iklan di media, di internet dan membuat selebaran brosur sederhana dan menyebarkannya di tempat-tempat seperti kantor-kantor, mall dan di ATM.

Setelah 2,5 bulan menunggu akhirnya dia mendapatkan penyewa rumah serius, setelah di interogasi ternyata dia mau membuat toko material. kemudian pak gito membuat penawaran lebih dahsyat dari yang ada di brosur. Jika menyewa 20 tahun dan bayar langsung dimuka maka akan mendapatkan Gratis sewa selama 3 tahun. dengan penawaran tersebut maka sipenyewa bersemangat dan akhirnya transaksi terjadi dengan deal 2 termin pembayaran selama 6 bulan.

saya kira awalnya juga kenapa dia tidak membeli secara langsung saja dan bersikeras bertemu dengan pemilik rumah tapi ternyata setelah ditanya oleh pak Gito ternyata usahanya baru saja mulai dan dia sangat optimis jika membuka toko material dipinggir jalan raya akan sangat laris, ditambah lagi jarak dengan toko material yang sudah ada sekitar 500 meter, jadi cukup jauh. penyewa memang dari pertama ingin menyewa tidak membeli karena beliau tidak ingin disibukkan dengan ribetnya urusan kenotariatan dan balik nama serta urus ini itu. lagi pula jika penjual mau dengan penawarannya dia akan punya waktu selama 6 bulan untuk melunasi sisanya, karena usut punya usut saat itu dia hanya memiliki uang sebesar 350 juta, yang 250 juta akan dibayarkan dan sisanya yang 100 juta akan digunakan belanja keperluan toko materialnya.

selanjutnya kabar berita ini pak gito sampaikan kepemilik rumah bahwa sudah ada peminat jika boleh diharga 450jt (bisa-bisa pak gito saja). setelah melalui nego yang panjang akhirnya penjual setuju diangka 470. karena pemilik rumah adalah orang sibuk jadi semuanya ditangani langsung oleh pak gito selaku agen properti.

setelah beberapa hari akhirnya pembeli memberi kabar ingin membayar 50% dulu dan 50% sisanya setelah 6 bulan akan dilunasi, harga tetap diangka 500 juta (Penjual tidak tahu). uang langsung disampaikan ke pemilik rumah, singkat cerita setelah proses terlaksana sampai 6 bulan berlalu akhirnya dilunasi.

apa yang pak gito dapatkan dari transaksi ini. pak gito mendapatkan rumah tersebut setelah 23 tahun selesai sewa. yang terpenting pak gito sudah mendapatkan Sertifikat rumah tersebut. dan pak gito dapat selisih penjualan 30 juta ditambah komisi 2% jadi 10 juta, total 40 juta. uang yang lumayan bukan?

selanjutnya apa yang dilakukan pak gito sungguh mengejutkan, yaitu dengan uang yang didapat dia mencari rumah untuk tempat tinggalnya. ternyata diperkampungan daerah yogyakarta ada rumah seluas 60 m2 dengan bangunan lama. dan dia tidak tunggu lama-lama lagi langsung dia beli dengan pembayaran 2 termin dengan penawaran Pajak penjual dan Notaris dia yang tanggung (Bisa-bisa pak gito saja) dan akhirnya penjual setuju.

jadilah pak gito sang agen properti memiliki rumah, walau kecil tapi milik sendiri dan dibelinya tanpa uang karena dia membeli rumah tersebut dari hasil transaksi yang pertama tadi. belum selesai ceritanya.... lalu uang sisanya 50% dia gunakan untuk membangun usaha kuliner yaitu dagang bakso. akhirnya yang 50% dia bayarkan dari hasil jualan bakso.

Oke Properti Mania. sebenarnya apa yang kita pelajari dari cerita pak gito seorang agen properti yang berkali-kali menjualkan rumah orang tapi belum bisa membeli rumah sendiri. dari transaksi yang dilakukan pak gito yang tanpa uang tersebut akhirnya dia bisa memiliki

1- Rumah yang bisa dia tempati setelah 23 tahun
2- Dia mendapatkan sertifikat rumah tersebut yang nilainya akan berkali-kali lipat setelah 23 thn mendatang.
3- Dia bisa memiliki selisih penjualan sebesar 30 juta
4- Dia mendapatkan komisi dari penjualan rumah sebesar 2% dari 500 juta
5- Dari hasil komisi + selisih penjualan dia bisa membeli rumah seluas 60 m2
6- Karena berhasil membuat penawaran dengan pemilik rumah dia hanya membayar 50% dan 4 bulan 50% sisanya
7- Dia bisa mendirikan warung bakso tanpa uang
8- Dan setelah 4 bulan dia bisa memiliki sertifikat dari rumah yang seluas 60m2
9- Tahukah anda dalam waktu kurang lebih 1 tahun pak gito bisa memiliki 2 rumah tanpa uang dan hutang.
10. Sebetulnya kalau pak gito mau dia bisa mendapatkan pinjaman bank bermodal sertifikat dan memiliki banyak uang tapi dia tidak melakukannya sebab menurutnya, ketika dia coba untuk berhutang artinya dia harus bisa membayar hutang, jika tidak bisa itu malah akan menjadi bumerang bagi kehidupannya kelak. saya mengacungi jempol buat kegigihannya dan sikap bijaksananya dengan tidak menggunakan hutang.

Silahkan Tiru cara pak gito membeli rumah tanpa uang dan tanpa hutang bank. lakukan terus dan terus sampai mahir, ditolak coba lagi, ditolak coba lagi sampai berhasil.

Saran saya cobalah strategi pak gito ini tetapkan dalam waktu 1 tahun, jika belum berhasil juga tambah 1 tahun lagi, dengan perjuangan dan ikhtiar serta kesabaran saya yakin anda pasti bisa. ingat membeli rumah adalah pengeluaran terbesar dalam hidup jadi tidak ada salahnya jika untuk sesuatu yang besar kita investasikan waktu, tenaga dan pikiran selama 1-2 tahun.

Semoga Menginspirasi untuk segera memiliki rumah tanpa uang tanpa hutang bank.

Sukses buat kita semua...

2 komentar:

  1. wow keren habis strateginya, coba praktek ya gan mudah2an bisa seperti pa gito junaedy ya gan he..he.. tapi mantab ulasanya,

    BalasHapus